Dalam perjalanan umat manusia terdapat satu hari yang sangat bersejarah dan memiliki keistimewaan dan keutamaan yang sangat besar, dan hari itu adalah hari Asyuro. Hari yang jatuh pada tanggal 10 Muharrom ini menjadi hari yang besar disebabkan karena banyak peristiwa besar yang jatuh bertepatan pada hari itu, diantaranya:

  • Allah SWT memberikan ampunan terhadap Nabi Adam a. s. 
  • Diangkatnya Nabi Idris a. s. ke langit
  • Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh a. s. setelah terapung selama enam bulan
  • Allah SWT memberikan ampunan pada suatu kaum 
  • Allah SWT memberikan ampunan kepada Umat Nabi Yunus
  • Nabi Musa a. s. diperintahkan Allah SWT agar memerintah kaumnya agar bertaubat pada Allah pada hari Asyuro
  • Nabi Yusuf a. s. dibebaskan dari penjara
  • Nabi Ya’qub a. s. disembuhkan dari kebutaan dan dipertemukan Nabi Yusuf a. s.
  • Nabi Ayyub a. s. sembuh dari penyakit yang dideritanya
  • Nabi Yunus a. s. dikeluarkan dari perut ikan yang menelannya
  • Nabi Daud a. s. diampuni oleh Allah Swt
  • Nabi Sulaiman diberikan kerajaan dan kekuasaan di muka bumi
  • Nabi Isa a. s. diangkat ke langit
  • Diturunkannya Nabi Adam a. s. dari langit ke bumi
  • Nabi Musa dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah SWT dari kejaran Fir’aun dan bala tentaranya, dan tenggelamnya Fir’aun di Laut Merah
  • Hari Ied bagi para kaum Yahudi, mereka berhias dan berpuasa di hari itu

Dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada hari ini.

Amalan apa yang dikerjakan di dalamnya?

      Diriwayatkan di dalam Sanadnya Imam Ahmad dari Abu Huroiroh r. a. berkata: ” Pada suatu ketika Nabi Muhammad SAW lewat di kalangan beberapa orang Yahudi yang berpuasa pada hari Asyuro , Beliau bertanya: Puasa apakah ini? Mereka menjawab: Hari ini adlah hari Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa a. s. dan Bani Isroil dari tenggelam dan tenggelamnya Fir’aun, Dan pada hari ini bahtera Nabi Nuh a. s. berlabuh di atas bukit Judi maka Nabi Nuh dan Nabi Musa alaihima salam berpuasa karena bersyukur kepada Allah SWT. Maka Rosululloh SAW bersabda: Aku lebih berhak berpuasa pada hari ini daripada Nabi Musa dan Nuh. Dan beliaupun memerintahkan para Sahabat agar berpuasa.”

       Dan diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah r. a. berkata :”Hari Asyuro adalah hari dimana kaum Quroisy pada masa Jahiliyah berpuasa, dan Rosululloh berpuasa pada hari tersebut, ketika Beliau sudah berada di Madinah beliau memerintahkan para Sahabat agar berpuasa juga sampai datang kewajiban puasa pada bulan Romadhon, maka Romadhon adalah bulan berpuasa dan meninggalkan wajib puasa di hari Asyuro, barangsiapa ingin berpuasa Asyuro maka berpuasa dan yang ingin berbuka maka berbuka”.

Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata,

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.”

         Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam punya keinginan berpuasa pada hari kesembilan (tasu’ah) sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut.

          Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa ketika Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melakukan puasa hari ’Asyura dan memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani. Lantas beliau mengatakan,Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan. Ibnu Abbas mengatakan,Belum sampai tahun depan, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia.”

       Sesungguhnya Rosululloh memerintahkan kita agar berpuasa pada hari Asyuro, dan Beliau sangat menjaga puasa pada hari tersebut. Sahabat Abdulloh bin Abbas berkata:“Aku tak pernah melihat Rosululloh SAW berpuasa pada suatu hari untuk mencari keutamaannya kecuali pada hari Asyuro dan Bulan Romadhon.

          Hari Asyuro merupakan hari taubat dan kembali kepada Allah SWT walaupun sebenarnya seorang muslim harus selalu meminta taubat kepada Allah SWT di setiap waktu tanpa mengkhususkan waktu dan tempat, kecuali dalam permisalan hari ini lebih ditekankan dan begitu juga setiap amal sholeh yang ditekankan mengamalkannya dan memperbanyaknya dalam waktu-waktu yang memiliki keutamaan dan masa yang barokah.

           Dalam nukilan hadis Rosululloh bersabda:”…berpusalah pada bulan Muharrom karena di dalamnya ada hari dimana Allah mengampuni atas suatu kaum dan mengampuni ap yang telah lalu”

            Di dalam Hadis ini manusia dianjurkan untuk memperbarui taubat nasuhah di hari Asyuro dan berharap agar diterima taubatnya.

            Dan dianjurkan agar memperbanyak istighfar dengan sayyidul istighfar yaitu:

أَللّهمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إلَهَ إِلاَّ أَنتَ خَلَقْتَنِيْ وَ أَنَا عَبْدُكَ وَ أَنَا عَلَى عَهْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ  بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ فَاغْفِرْلِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ  

             Adapun anjuran untuk memakai celak dan mandi pada hari Asyuro maka itu tidak memiliki dasar yang kuat, Namun Shodaqoh adalah anjuran pada hari Asyuro. Melebihkan uang belanja pada Istri atau melebihkan uang saku namun tidak boros maka itu sangat dianjurkan dan terpuji.

Wallohu Musta’an Wa ‘alaihi Tuklan.

              Baca juga : 1 Muharrom 1439 H

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *